Baznas Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Suara.com – Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) mempertahankan prestasi dan kembali memperoleh sertifikat ISO 9001-2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA), sebuah lembaga sertifikasi manajemen berstandar global.

Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA mengatakan, sertifikat ini bisa menjadi bukti bahwa BAZNAS merupakan lembaga amil zakat yang memiliki manajemen yang baik, transparan dan akuntabel.

Perolehan sertifikat ini juga sebagai hadiah milad BAZNAS yang ke-18 pada 17 Januari 2019.

“Semoga menambah rasa kepercayaan masyarakat sehingga BAZNAS bisa lebih luas menyalurkannya kepada para mustahik, dan ikut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia,” katanya di kantor Baznas, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019).

BAZNAS sudah mendapatkan sertifikat ISO sejak 2007. Sertifikat versi terbaru, yakni ISO 9001-2015 pertama kali didapat BAZNAS pada 2017, kembali diraih pada 2018, dan awal 2019 ini berhasil BAZNAS pertahankan.

Bambang mengatakan, pengelolaan manajemen yang baik transparan, dan akuntabel sangat diperlukan dalam pengelolaan dana umat agar masyarakat makin percaya untuk mengamanahkan zakat infak dan sedekahnya.

BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berupaya menanggulangi kemiskinan sebesar 1 persen dari jumlah penduduk miskin di Indonesia setiap tahunnya.

“BAZNAS mendorong seluruh organisasi pengelola zakat untuk memenuhi standar manajemen ISO,” ujar dia.

Selain memenuhi kaidah syariah dan aturan perundangan, kepercayaan masyarakat untuk menunaikan kewajibannya juga semakin tinggi.

“Jika makin banyak masyarakat yang berzakat, infak, dan sedekah maka akan makin banyak lagi mustahik yang menerima manfaat,” kata Bambang.

Awal Tahun 2019, Indonesia Diprediksi Inflasi 0,5 Persen

Suara.com – Bank Indonesia memprediksi indeks harga konsumen (IHK) sejumlah komoditas pada Januari 2019, akan mengalami kenaikan atau biasa disebut inflasi . Prediksi tersebut berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu ketiga Januari 2019.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ‎inflasi pada Januari disebabkan oleh kenaikan bahan-bahan makanan, misalnya bawang merah, daging ayam ras, dan tomat sayur.

Selain itu, sambung dia, inflasi Januari juga bakal disumbang‎ kenaikan harga emas dan perhiasan.

“Berdasarkan SPH yang kami lakukan di berbagai daerah sampai minggu ketiga, estimasi inflasi bulan Januari itu adalah 0,5 persen month to month. Sementara year on year-nya (yoy) itu 3,0 persen,” ujarnya di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Jumat (18/1/2019)

Meski inflasi, Perry menilai harga-harga sejumlah komoditas masih terkendali. Apalagi, lanjut dia, ditambah dengan pasokan bahan pangan yang membuat harga-harga menjadi stabil.

“Secara keseluruhan bahwa inflasi tetap rendah dan terkendali,” imbuhnya.

Perry juga merasa yakin inflasi tahun ini sesuai target Bank Indonesia yaitu kisaran 3,5 plus minus 1 persen.

“Insyaallah perkembangan ini, berkoordinasi dengan pusat dan daerah, inflasi bisa di bawah 3,5 persen,” tandasnya.

Hingga Januari 2019, Aliran Modal Asing ke Indonesia Capai Rp 14,75 Triliun

Suara.com – Bank Indonesia (BI) menyatakan, aliran modal asing atau capital inflow terus masuk ke Indonesia. Masuknya capital inflow tersebut berlanjut sejak Desember 2018. Dari catatan BI, per 17 Januari 2019, aliran modal asing yang masuk ke dalam negeri mencapai Rp 14,75 triliun.

“‎Aliran modal asing terus berlanjut di Desember itu, 1,9 miliar dolar AS. Kalau di Januari ini pemantauan angka kami sampai dengan 17 Januari kemarin, secara keseluruhan inflow itu berjumlah, kalau hingga saat ini di 2019 totalnya adalah Rp 14,75 triliun,” ujar Gubernur BI , Perry Warjiyo di Kompleks perkantoran BI, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Perry menjelaskan, dana asing tersebut masuk ke sejumlah instrumen salah satunya ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 11,48 ‎triliun. Selain itu, dana asing juga masuk ke pasar saham sebesar Rp 3,21 triliun.

“Jadi aliran portofolio asing masuk terus berlanjut di bulan Januari sampai 17 Januari tertinggi dari SBN dan saham,” ungkap Perry.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini juga mengatakan, dengan raihan capital inflow tersebut membuktikan bahwa asing tidak ragu lagi untuk berinvestasi di Indonesia.

“Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia itu cukup kuat dan tentu saja merespon berbagai kebijakan yang ditempuh BI, OJK dan pemerintah sehingga langkah kita bersama. Lalu prospek ekonomi yang lebih baik, stabilitas terjaga, termasuk defisit transaksi berjalan yang menurun,” jelasnya.

Temui Ibu-ibu Penerima Mekaar, Jokowi Cerita Punya 2 Karyawan Hingga Ribuan

Suara.com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengaku senang banyaknya penerima program Mekaar di Provinsi Jawa Barat yang sudah mencapai 1 Juta orang. Sementara di Kabupaten Garut berjumlah 87 ribu.

Hal ini dikatakan Jokowi saat meninjau program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) di halaman Masjid Besar Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).

“Saya senang sekali di Provinsi Jawa Barat sudah 1 juta lebih penerima program Mekaar. Di Kabupaten Garut sendiri juga sudah banyak sekali, 87 ribu yang sudah menerima program Mekaar khususnya ibu-ibu,” ujar Jokowi.

Di depan para ibu-ibu penerima program Mekaar, mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan agar penerima program Mekaar tepat waktu dalam membayar angsuran setiap bulan.

Sebab, jika penerima program Mekaar tepat waktu membayar angsuran, dapat melanjutkan ke program KUR (Kredit Usaha Rakyat) di bank-bank BUMN dengan jumlah yang besar. Sehingga bisa meningkatkan usahanya.

“Tapi bagus, bahwa memang dimulai dulu dari bawah. Dapat Rp 2 juta rajin mengangsurnya, tepat waktu, bisa naik nanti ke Rp 3 juta. Bisa naik lagi ke Rp 4 juta, bisa naik lagi ke Rp 10 juta. Kalau sudah naik, mentok, nanti pindah ke yang namanya program KUR yang Rp 25 juta dan bisa Rp 500 juta. Kalau usahanya semakin besar kalau dulu warungnya satu, naik kelas warungnya dua, naik lagi warungnya tiga, naik kelas lagi bisa warungnya seratus. Kenapa tidak?,” kata dia.

Di tengah-tengah sambutannya, Jokowi mengingatkan kepada ibu-ibu penerima pinjaman modal untuk bekerja keras, disiplin dan tepat waktu dalam berwirausaha.

“Kerja keras itu pasti menghasilkan asal disiplin dan tepat waktu. Memang berusaha harus seperti itu. Allah memberikan kesempatan yang sama buat kita. Yang rajin, yang kerja keras, yang pantang menyerah pasti diberikan rezeki yang lebih,” tutur Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu pun mencontohkan dirinya yang pernah merintis wirausaha dari usaha supermikro hingga mikro.

Ia meyakini, semua penerima program Mekaar memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam berwirausaha asalkan mau bekerja keras.

“Saya dulu mulai juga seperti ibu-ibu semua, sama. Mulai dari supermikro, masuk ke mikro, masuk ke kecil, naik-naik gitu. Saya dulu juga mulai, karyawan dua orang, jadi empat orang, kemudian ribuan. Kenapa tidak? Ibu-ibu punya kesempatan yang sama dengan saya. Punya kesempatan yang sama. Jangan berpikir tidak bisa. Bisa, semuanya bisa,” tandas Jokowi.

Dalam tinjauannya kali ini, Jokowi yang didampingi ibu negara menyempatkan membeli jajanan pasar seperti kue-kue, nasi rames, kripik, cilok, sate, tomat dan lainnya.

Wamenkeu Ajak Semua Lapisan Jaga Keberlangsungan JKN

Suara.com – Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN merupakan program yang telah membuka dan memberi peluang besar agar seluruh masyarakat dapat memiliki jaminan kesehatan dengan besaran iuran yang relatif terjangkau.

Hal itu dikatakan Wakil Menteri Keuangan ( Wamenkeu ) Mardiasmo. Menurut dia, arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai penggunaan dana iuran JKN untuk lebih efektif serta mengajak serta partisipasi pemerintah daerah dalam upaya menjaga keberlanjutan JKN.

Permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan adalah adanya selisih kurang yang sangat besar antara iuran dengan beban dalam pembiayaan JKN tersebut. Pada tahun 2018, tercatat ada selisih kurang sebesar 12.248 miliar.

“Segmen yang menyumbang defisit tersebut adalah penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah, Penduduk Pekerja Informal dan Penduduk Bukan Pekerja,” ujar Mardiasmo, Jumat (18/1/2019).

Maka, pada kesempatan itu, Wamenkeu mendorong serta semua pihak untuk menjaga keberlanjutan JKN.

“Karena Indonesia yang sangat luas maka semua gear (roda penggerak) itu harus berputar,” kata dia.

Roda penggerak yang dimaksud adalah sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta para profesional medis dan paramedis juga institusi terkait.

“Semua harus hijrah (mengubah cara berfikir) mindsetnya, bahwa ini adalah asuransi sosial yang sifatnya bergotong royong. Semua komponen harus berintegrasi dan berkolaborasi,” kata Mardiasmo.

Lebih lanjut, menurut UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah disebutkan bahwa kesehatan adalah urusan pemerintah yang sebagian kewenangannya dilimpahkan kepada pemerintah daerah.

Pelimpahan kewenangan telah diikuti dengan penyerahan sumber pendanaan antara lain Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan, dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

“Bagaimana gubernur dan bupati/wali kota diyakinkan bahwa kalau penduduknya ada yang miskin, atau yang rentan miskin ini tanggung jawabnya pemda juga,” katanya.

Mardiasmo mengajak semua pihak untuk saling bahu membahu mengaktualisasikan nilai luhur Indonesia untuk mensukseskan JKN sebagai asuransi sosial yang bersifat wajib dengan asas gotong royong.

BEI Optimis Suasana Politik Jelang Pemilu Tak Pengaruhi Pasar Modal

Suara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis suasana jelang Pemilu 2019 tidak mempengaruhi jalannya pasar modal . Terutama soal perusahaan yang akan melantai bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, perusahaan-perusahaan yang sudah komitmen melantai bursa tidak akan mengurungkan niatnya kembali pada momen pemilu. Dia menyebut, saat ini kondisi pasar modal berjalan dengan baik.

“Ya mudah-mudahan enggak berpengaruh, kita optimis lah, kan dari dulu-dulu kita bilang, kita optimis. Kita pengalaman sudah banyak, bangsa Indonesia kita di mana yang satu politik jalan terus. Kita juga meyakinkan luar kondisi pasar modal, kondisinya berjalan dengan baik,” ujar Nyoman saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan perusahaan penjamin pelaksana efek atau underwriter terkait berapa perusahaan yang akan melantai bursa atau Initial Public Offering (IPO).

Dia mengungkapkan, sebanyak 45 perusahaan saat ini masuk daftar calon emiten di perusahaan underwriter. 45 perusahaan tersebut diprediksi melantai bursa di BEI pada tahun 2019 ini.

Sementara berdasarkan data BEI, sebanyak 20 perusahaan telah mengajukan proposal untuk melantai bursa.

“Perusahaan yang akan tercatat update ada 20. Ini data hari ini ya, jangan disamakan tahun kemaren,” imbuh dia.

Sebelumnya, BEI optimis perusahaan yang mencatatkan saham tahun 2019 bisa melebihi 2018. Pada tahun 2018, sebanyak 57 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Sedangkan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menargetkan, pada tahun 2019 pasar saham Indonesia bakal kedatangan 75 hingga 100 perusahaan terbuka baru.

Strategi BEI Bidik Target Perusahaan yang IPO di 2019

Suara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berkoordinasi dengan perusahaan penjamin pelaksana efek atau underwriter terkait berapa perusahaan yang akan melantai bursa atau Initial Public Offering (IPO).

Target BEI hingga akhir tahun 2019 sebanyak 35 perusahaan akan mencatatkan saham di pasar modal .

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga akhir 2018 sebanyak 45 perusahaan yang masuk daftar calon emiten di perusahaan underwriter. 45 perusahaan tersebut yang diprediksi melantai bursa di BEI pada tahun 2019.

“Di pipelinenya underwriter yang handle atau aktif itu 45 di akhir tahun kemarin. Tentunya kita akan validasi lagi, tentunya tim sudah akan kordinasi dengan underwriter yang aktif, kita tahu nanti potensi yang ada berapa,” ujar Nyoman saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Menurut Nyoman, saat ini banyak perusahaan yang sudah mengajukan proposal untuk melantai bursa ke BEI. Dia mencatat, sekitar 20 perusahaan telah mengajukan proposal melantai bursa tersebut.

“Perusahaan yang akan tercatat update ada 20. Ini data hari ini ya, jangan disamakan tahun kemarin,” kata dia.

Sebelumnya, BEI optimis perusahaan yang mencatatkan saham tahun 2019 bisa melebihi 2018. Pada tahun 2018, sebanyak 57 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Sedangkan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menargetkan, pada tahun 2019 pasar saham Indonesia bakal kedatangan 75 hingga 100 perusahaan terbuka baru.

Jual Teknologi Smartwatch ke Google, Saham Fossil Langsung Naik

Suara.com – Perusahaan fashion Fossil Group Incorporation akan menjual teknologi jam pintar atau smartwatch yang dikembangkanya ke Google . Dari rencana penjualan ini, saham Fossil pun langsung naik sebesar 11 persen. Dan saham Fossil bertahan hingga 8,3 persen pada 18,87 dolar Amerika Serikat (AS) per saham.

Fossil akan menjual teknologi smartwatchnya seharga 40 juta dolar AS, dan setelah itu semua pengerjaan dan pengembangan smartwatch milik Fossil akan berpindah tangan ke Google.

“Bersama Google sang mitra inovasi, kami akan terus membuka kunci pertumbuhan produk,” papar Gred McKelvey, kepala strategi dan staf digital Fossil, seperti dilansir Reuters, Jumat (18/1/2019).

Rencananya, penjualan smartwatch itu akan berlangsung pada Januari 2019. Selain itu, Fossil menyatakan bahwa jam tangan pintar ini telah menjadi produk yang paling cepat dikembangkan.

“Penambahan teknologi dan tim Fossil Group ke Google menunjukkan komitmen kami terhadap industri produk yang bisa digunakan,” imbuh Stacey Burr, wakil presiden manajemen produk di Google.

Di Kampus Ini, Mesin ATM Bisa Mengeluarkan Pizza

Suara.com – Ohio State University baru saja membuat terobosan terbaru. Setiap mahasiswa dapat merasakan seloyang pizza hanya dengan satu sentuhan tombol melalui mesin ATM . Kehadiran ATM Pizza ini menyedot perhatian dan minat penduduk kampus untuk merasakan langsung pizza hangat yang disajikan dari mesin pengambil uang ini.

Dilansir melalui Geek.com, pizza tersebut sebenarnya dibuat oleh staf kantin yang kemudian menyimpannya di lemari pendingin. Saat siswa memilih pizzanya di ATM, maka oven internal ATM akan memasak pizza itu hingga matang sempurna dalam hitungan tiga hingga empat menit.

“Kami memasang ATM pizza tanpa publisitas dan tanpa media sosial,” kata Dave Isaacs dari Communications for Office of Student Life.

“Hanya sebuah tanda di asrama yang bertuliskan, ‘ATM pizza lewat sini’ dan panah. Kami menjual 400 pizza di minggu pertama.” lanjut dia.

“Ukurannya sempurna jika Anda mencoba melakukannya (menggunakan ATM Pizza),” kata siswa Negara Bagian Ohio, Isaac Cox.

Saat ini, ATM pizza melulu buka mulai puku 11 pagi sampai 8 malam waktu setempat. Meski begitu, semua siswa menginginkan operasi ATM Pizza bisa diperpanjang atau bahkan non-stop.

“Ini merupakan kampus besar dan hanya ada sedikit pilihan saat larut malam,” ungkap Isaacs.

VW Akan Investasi Mobil Listrik di AS

Suara.com – Volkswagen menjadwalkan pertemuan dengan Ford untuk membentuk aliansi global. VW akan menginvestasikan 800 juta dolar AS untuk membangun kendaraan listrik baru di Tennessee, Amerika Serikat.

Volkswagen akan memperluas pabriknya di Chattanooga dan menciptakan 1.000 lowongan kerja di sana sementara pabrik itu bersiap untuk produksi kendaraan listrik mulai tahun 2022. Volkswagen menyatakan pekan lalu penjualan tahunan pada 2018 mencetak rekor.

Dilansir Reuters, Chief Executive VW Herbert Diess mengatakan perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membangun kendaraan mewah Audi di Amerika Serikat. Namun, belum ada keputusan yang dibuat.

Sementara itu dari Detroit dilaporkan Hyundai telah mencetak dua dari tiga kemenangan dalam penghargaan North American Car, Truck and Utility Vehicle of the Year, pada saat pameran mobil Detroit itu secara resmi mulai berlangsung untuk penilaian press.

“ Investasi Tennessee adalah sinyal kepada pemerintah bahwa kami benar-benar berkomitmen untuk Amerika Serikat,” kata Diess kepada wartawan di pameran mobil.

Diess mengatakan kepada wartawan bahwa VW dapat menanggung rencana elektrifikasi ambisius senilai 91 miliar dolar AS sendirian, tetapi terbuka melakukan kemitraan untuk meningkatkan skala ekonomi.

VW akan menggunakan sasis toolkit listrik modular (MEB) dalam produksi kendaraan listrik di pabrik Chattanooga. VW mendesain MEB menjadi blok bangunan dasar untuk kendaraan listrik mereka dan dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan semua kontrol elektronik kendaraan dan mengurangi jumlah mikroprosesor.

IHSG Diprediksi Terkoreksi, Tapi Masih Ada Peluang Menguat

Suara.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada (18/1/2019) menurut para analis bakal terkoreksi. Artinya, IHSG akan berbalik turun setelah kemarin menguat 0,16 persen di level 6.423.

Analis KGI Sekuritas, Yuganur Wijanarko, mengatakan koreksi minor dan konsolidasi yang terjadi untuk meredakan keadaan jenuh beli dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi.

Meski begitu, lanjut dua, peluang kenaikan tetap ada.

“Kami melihat secara teknikal kenaikan IHSG masih bisa berlanjut diatas level resistance psikologis 6.450,” ujar Yuganur di Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Senada dengan Yuganur, Analis Binaartha Sekutritas, Muhammad Nafan Aji juga memprediksi terjadi koreksi pada laju IHSG.

Secara teknikal, terang Nafan, MACD masih berada di area positif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli.

Di sisi lain, masih terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

“Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.450 hingga 6.384. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.403 hingga 6.477,” tandas Nafan.

Soal Kerja Sama Alipay-WeChat Pay-Bank, BI: Masih Kita Cek Biar Aman

Suara.com – Bank Indonesia masih mengecek kerja sama sistem pembayaran asing dengan bank nasional. Hal ini, agar sistem pembayaran tersebut bisa aman digunakan masyarakat.

Untuk diketahui, sistem pembayaran asal China WeChat Pay dan AliPay bakal bekerja sama dengan bank nasional untuk bisa beroperasi di Indonesia.

Alipay sendiri akan menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank‎ Central Asia (BCA). Sedangkan, WeChat Pay bakal bekerja sama dengan CIMB Niaga.

“Progresnya adalah saat ini khususnya BCA dengan Alipay dan BRI dengan alipay dalam proses kelengkapan dokumen, yang maju adalah itu kerjasama dengan CIMB itu sudah masuk ke kami,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng‎ dalam konferensi pers di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).

“Jadi kita akan lihat secara teknis nya di sistem penyelenggaraannya kita harus cek, apakah cukup aman bagi konsumen,” tambahnya.

Maka dari itu, Sugeng mengatakan, saat ini Bank Indonesia terus memonitor keberadaan AliPay dan WeChat Pay di Indonesia. Jika masih beroperasi, maka itu adalah tindakanyang Ilegal.

“‎Kalau nanti ada berita-berita misalnya WeChat Alipay masih tetap beroperasi tanpa harus kerjasama, itu jelas melanggar aturan Bank Indonesia. Bank Indonesia sudah memanggil ketuanya dan sudah memperingatkan,” pungkas dia.

‎Seperti diketahui sebelumnya, transaksi menggunakan AliPay dan WeChat Pay marak dilakukan turis China di Bali. Maka dari itu, Bank Indonesia mewajibkan kedua sistem pembayaran itu bekerja sama dengan bank besar agar bisa beroperasi di Indonesia.

Operasional CGV Mall of Indonesia Ditutup

Suara.com – PT Graha Layar Prima Tbk ( BLTZ ) menutup operasional bio‎skop di Mall of Indonesia . Penutupan itu berlaku sejak 16 Januari 2019.

Direktur Graha Layar Prima, Yeo Deoksu mengatakan, penutupan operasional CGV ini karena telah selesainya sewa tempat perseroan di Mal of Indonesia.

“Pada tanggal 16 Januari 2019, perseroan telah melakukan penutupan kegiatan operasional bioskop CGV di Mall of Indonesia dikarenakan masa sewa tempat telah berakhir,” ujar Yeo dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/1/2019).

Meski begitu, tambah Yeo, penutupan biokop ini tidak mempengaruhi kinerja perseroan dalam bisnis layar bioskop.

“Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukun,kondisi keuangan atau keberlangsungan ‎usaha perseroan atas penutupan kegiatan operasional bioskop CGV di Mall of Indonesia,” imbuh dia.

Untuk diketahui, saat ini Graha Layar Prima memiliki 50 bioskop dengan merek CGV yang tersebar di 23 kota seluruh Indonesia. Dengan 50 bioskop tersebut ‎Graha Layar Prima juga memiliki 314 layar.

Pemerintah Optimis Namun Tetap Waspada Jalani Ekonomi 2019

Suara.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Pemerintah optimis terhadap perekonomian Indonesia tahun 2019, walaupun tetap mengingatkan agar kewaspadaan tetap dijaga di tengah gejolak situasi global yang dinamis.

Optimisme Pemerintah tersebut antara lain berdasarkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) tahun 2018 yang dinilai baik meskipun kondisi perekonomian dunia penuh dengan ketidakpastian dan berubah secara cepat dan dinamis.

“Untuk tahun 2019, dengan kinerja APBN 2018 yang menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup across the board kuat, kami masih optimis masuk tahun 2019 momentum ini tetap terjaga. Meskipun kita tidak terlena dengan kemungkinan resiko. Jadi, kewaspadaan tetap tinggi namun optimisme itu landasannya ada yaitu pencapaian di 2018 yang menggambarkan momentum cukup tinggi,” kata Ani di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Defisit anggaran dan defisit keseimbangan primer tersebut menurun tajam terkecil sejak 2012.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menambahkan bahwa Pemerintah akan tetap menjaga momentum pencapaian APBN tahun 2018 dengan beberapa kebijakan strategis antara lain optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja negara, kebijakan pembangunan pro rakyat seperti menurunkan tingkat kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan serta pemberdayaan BUMN.

Senada dengan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan optimismenya bahwa perekonomian Indonesia tahun 2019 akan lebih baik daripada tahun 2018.

“Insya Allah tahun 2019 ini perkiraan kami kinerja ekonomi kita akan lebih baik dari tahun 2018 dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan stabilitas ekonomi makro yang lebih terjaga,” ujarnya.

Beberapa indikator keberhasilan kinerja APBN tahun 2018 antara lain:

1. Pendapatan negara mencapai Rp1.942,3 triliun atau 102,5 persen melebihi target dari UU APBN.

2. Total realisasi belanja negara Rp2.202,2 triliun atau 99,2 persen dari target di UU APBN. Total realisasi belanja tersebut hampir mencapai 100 persen.

3. Defisit anggaran sebesar Rp259,9 triliun (1,76 persen dari GDP) dan defisit keseimbangan primer hanya sebesar –Rp1,8 trilin. Defisit anggaran tersebut lebih rendah dibandingkan pada UU APBN 2018 sebesar Rp325,9 triliun atau 2,19 persen. Bahkan jika dibandingkan tahun sebelumnya defisit anggaran menurun 2,51 persen menjadi 1,76 persen atau menurun sangat tajam. Akibatnya, kesimbangan primer hanya sebesar Rp1,8 triliun (0,01).

BI: Tidak Ada Investor yang Wait and See untuk Investasi

Suara.com – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut investor tidak akan menunggu dan melihat untuk melakukan investasi di Indonesia. Para investor akan tetap berinvestasi di tengah ketidakpastian global ini.

Menurut dia, kepercayaan investor dalam negeri maupu asing tetap tinggi untuk berinvestasi. Meskipun adanya hajatan demokrasi Indonesia pada tahunini

“Tidak (wait and see). Kami melihat bahwa Confidence investor baik dalam maupun luar negeri itu tumbuh dan sejumlah indikator itu menunjukkan hal itu,” ujarnya dalam konferensi pers di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).

Perry memaparkan, dilihat dari sisi pertumbuhan investasi secara riil atau nyata pada kuartal III 2018 invetasi tumbuh hampir 7 persen. Pada kuartal IV 2018, Perry pun memperkirakan investasi juga di atas 6 persen.

“‎Dan secara keseluruhan di tahun lalu investasi itu tumbuhan hampir 7 persen. Kami juga melihat investasi riil itu juga berlanjut di triwulan 1 2019 ini. Bentuknya apa? investasi real nya tidak hanya dalam bentuk bangunan tapi juga Non bangunan,” tutur dia.

Perry menambahkan, ‎kepercayaan investor juga tercermin dari surplusnya neraca modal. Surplus itu, kata dia, tidak hanya dalam bentuk skema penanaman modal asing (PMA) , tapi juga dalam bentuk investasi portofolio‎.

“‎Surplus neraca modal yang besar itu menunjukkan bahwa minat berinvestasi itu cukup tinggi, tidak hanya dari investor korporasi dalam negeri maupun juga investor asing,” pungkas dia.