Vettel: Ini Musim Terberat Sepanjang Karier Saya

Mexico City: Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, mengakui F1 2018 menjadi musim yang membuatnya paling frustrasi. Itu pastinya setelah ia kembali kalah dari Lewis Hamilton dalam perebutan gelar juara dunia F1 untuk kedua kalinya.

Sejak musim 2018 mencapai pertengahannya, Vettel memang menjadi kandidat terkuat yang berpeluang memutus dominasi Hamilton. Namun, harapan itu pupus usai Hamilton berhasil mengunci poin juara pada GP Mexico pekan lalu.

Vettel juga sebetulnya melakukan lebih banyak kesalahan dari Hamilton pada balapan-balapan musim ini. Paling parah, pembalap berusia 31 tahun itu gagal finis setelah memimpin balapan cukup panjang di GP Jerman.

Baca: Iannone Masih Heran Dirinya tak Lagi Diinginkan Suzuki

Ketika ditanya apakah musim ini menjadi yang terberat baginya, Vettel menjawab: “Mungkin, saya tidak tahu. Saya harus pikir-pikir dulu, tapi untuk beberapa pertimbangan, pastinya iya,” tutur Vettel. 

Meski sudah kalah dalam kejuaraan kategori pembalap, Ferrari masih berpeluang menjadi juara konstruktor musim ini. Si Kuda Jingkrak di posisi kedua saat ini terpaut 55 poin dengan Mercedes di puncak.

“Ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tapi saya pikir kita tidak bisa kesampingkan bahwa kami punya paket yang bagus, bisa memenangkan beberapa balapan. Kami memang sudah kalah dalam kategori pembalap, tapi kami masih bisa berusaha untuk konstruktor,” lanjut dia.

Vettel memenangkan empat gelar juara dunia F1 berturut (2011 – 2014) saat masih menjadi driver Red Bull. Setelah itu, Mercedes langsung mendominasi olahraga jet darat ini dengan menyabet seluruh gelar juara, lewat Hamilton (4) dan Nico Rosberg (1).