Lagi, Hamilton Dijagokan Lewati Rekor Schumacher

Lewis Hamilton. (Foto: AFP/Clive Mason)

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton menjadi yang terbaik pada kejuaraan F1 musim ini. Sampai di GP Meksiko, Hamilton sudah mengemas 358 poin dan tidak mungkin lagi dikejar pesaing terdekat Sebastian Vettel.

Pencapaian ini patut diapresiasi. Sebab, Hamilton sudah mengoleksi lima gelar juara dunia sepanjang kariernya di dunia jet darat.

Lima gelar itu hanya terpaut dua gelar yang dikoleksi pembalap legendaris Ferrari, Michael Schumacher. Namun, berbagai pihak memprediksi rekor Schumi akan dilewati Hamilton. Salah satunya datang dari eks rekan setim Nico Rosberg.

“Dia (Hamilton) bisa dengan mudah melewati rekor Schumacher karena ia memiliki kontrak dua tahun dan membutuhkan dua gelar lagi untuk menyamai rekor Schumi,” ujar Rosberg seperti disadur Crash, Kamis 1 November 2018.Sebelumnya, mantan bos Hamilton di dunia karting, Dino Chiesa menganggap rekor Schumi SBOBET tinggal menunggu waktu untuk dilewati Hamilton.

“Bagi saya, dia (Hamilton) akan mengalahkan catatan Michael Schumacher,” kata Chiesa kepada Omnisport.

Saat ini, Hamilton masih berusia 33 tahun. Andai dia ingin balapan sampai usia 40 tahun, maka kans melewati rekor Schumi cukup besar. (Crash)

Momen Krusial Hamilton

Mexico City: Lewis Hamilton menjadi pembalap terbaik di ajang F1 musim 2018. Kepastian itu ia dapatkan usai finis di posisi keempat di GP Meksiko, Senin 29 Oktober dini hari WIB.

Tambahan 12 poin sudah cukup bagi Hamilton menyegel gelar juara F1 kelima sepanjang kariernya. Total, Hamilton menorehkan 358 poin meski balapan masih menyisakan dua seri lagi.

Sebelumnya, Hamilton menjadi juara dunia pada 2008, 2014, 2015, dan 2017. Pencapaian ini membuatnya menyamai rekor pembalap legendaris Argentina, Juan Manuel Fangio.

“Saya berterima kasih pada semua orang yang telah membantu saya hingga berada di sini dan mengangkat piala,” kata Hamilton.

Sebelum menjadi juara, Hamilton sempat kejar mengejar angka dengan Sebastian Vettel. Berikut ini momen krusial Hamilton sebelum merengkuh gelar juara.

Baca: Lewis Hamilton Segel Gelar Juara Dunia Kelima F1GP

– GP Azerbaijan menjadi podium pertama Hamilton musim ini. Momen itu menjadi krusial lantaran membuka asa mengejar Vettel.

– GP Spanyol yang dihelat usai GP Azerbaijan, Hamilton juga tampil cemerlang. Dia kembali mendapatkan podium pertama dan Vettel hanya finis di posisi keempat.

– Hamilton kembali naik podium sbobet indonesia pertama di GP Prancis. Saat itu, Vettel hanya finis di peringkat lima dan membuat jarak poin kian jauh.

– Hamilton semakin berjaya saat tampil di GP Jerman. Kala itu, Hamilton menjadi juara pertama dan Vettel gagal menyelesaikan lomba.

– Seusai GP Jerman, Hamilton selalu naik podium pada tujuh balapan selanjutnya. Rinciannya, lima kali podium pertama, satu kali podium kedua, dan satu kali podium ketiga. Kondisi itu kian menyulitkan Vettel yang hanya meraih podium pertama sekali seusai GP Jerman.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Pernyataan Indra Sjafri setelah Timnas U-19 Kalah Atas Jepang

(ASM)

Ricciardo: Saya Dibikin Babak Belur Musim Ini

Melbourne: Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, merasa dirinya seperti dihajar dengan pukulan ‘uppercut’ pada Formula 1 2018 ini. Hal itu terkait banyaknya masalah dari timnya, Red Bull, yang membuat frustrasi.

Ricciardo diterpa berbagai masalah teknis dari mobilnya menjelang akhir kerja samanya dengan Red Bull, sebelum pindah ke Renault tahun depan. Masalah seperti kegagalan mesin dan gonta-ganti komponen mesin kerap merugikan hasil balapannya.

Pada F1 GP Brasil pekan lalu, Ricciardo harus dikenai penalti dengan memulai balapan dari urutan ke-11. Pasalnya, pada balapan sebelumnya di Meksiko, pengisi turbo dari mobilnya mengalami kerusakan setelah ia gagal finis.

Pembalap asal Australia itu merasa lelah dengan performa Red Bull. Meski mempunyai mobil yang sudah diakui kecepatannya, justru bobrok dalam masalah reliabilitas.

Baca: Stephen Curry Absen pada Lima Laga Warriors

“Saya melihat tayangan ulang (insiden di Meksiko), dan itu hanya menambah sakit luka yang saya alami. Mereka juga menunjukkan statistik kegagalan saya finis musim ini lebih banyak dibandingkan yang dialami Lewis Hamilton dalam empat atau lima tahun terakhir, jadi mereka benar-benar memukul uppercut saya,” kata Ricciardo dikutip Motorsport.

“Saya merasa setiap kali kami start di posisi belakang, mobil kami sangat cepat. Mungkin hanya menjadi harapan palsu yang menyakitkan,” lanjut dia.

Kendati demikian, rekan satu tim Max Verstappen itu mampu mencatatkan dua kemenangan balapan di Tiongkok dan Monaco tahun ini. Namun, ia memang sampai delapan kali gagal finis balapan.

(FIR)

Daniel Ricciardo Yakin Peruntungannya Segera Berubah

Daniel Ricciardo di paddock tim Red Bull. (Mark Thompson/Getty Images/AFP)

Sao Paulo: Daniel Ricciardo mengatakan peruntungannya bakal lebih baik pada ajang F1GP musim depan. Ia yakin itu terjadi karena bakal bergabung dengan Renault yang merupakan tim barunya.

Ricciardo bisa dibilang menjalani musim yang buruk bersama Red Bull pada tahun ini. Terhitung dari 20 seri yang telah dimainkan, Ricciardo telah gagal finis sebanyak delapan kali. 

Klik: Singkirkan Ginting, Jojo Berpeluang Tantang Kento Momota

Kemenangan terakhir Ricciardo didapat lewat GP Monaco pada akhir Mei lalu. Setelah itu, dia belum pernah menang lagi maupun naik podium.  

“Nasib buruk ini bakal teratasi setelah musim 2018. Saya benar-benar bersemangat untuk sebuah perubahan dan tantangan baru,” kata Ricciardo.

Klik: Usai Balaskan Dendam, Della/Rizki Terus ke Perempat Final

F1GP 2018 masih menyisakan satu seri, yakni GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina Circuit, Abu Dhabi pada Minggu 25 November mendatang. Menanggapi itu, Ricciardo mengaku akan tetap berusaha tampil dengan baik.

“Tapi, sekalipun nanti bisa balapan dengan baik, saya tidak akan mengubah keputusan untuk pindah. Keinginan untuk pindah ini sudah ada sebelum muncul nasib buruk,” kata Ricciardo.

“Sebagian diri saya masih tertarik untuk meraih hasil bagus pada balapan terakhir nanti. Tapi, saya juga tak sabar menyelesaikan musim ini untuk mendapat penyegaran bersama tim baru,” tambah pembalap asal Australia itu. 

Ricciardo sempat mengutuk mobil tim Red Bull dan mengatakan tidak tertarik melanjutkan sisa musim setelah gagal finis di Meksiko beberapa waktu lalu. Namun, akhirnya dia turun juga di GP Brasil dan bisa finis di posisi empat. (crash)

(KAU)

Penyebab Verstappen Nyaris Adu Jotos dengan Ocon di GP Brasil

Amsterdam: Max Verstappen nyaris adu jotos dengan Esteban Ocon di GP Brasil akhir pekan lalu. Verstappen mengaku, sebetulnya dia tidak ada niat melakukan tindakan itu.

Ya, balapan F1GP Brasil 2018 harus diwarnai insiden tidak sedap. Itu berawal dari senggolan antara Verstappen, yang saat itu tengah memimpin balapan, dengan pembalap Force India, Esteban Ocon.

Sumpah serapah berkali-kali diucapkan Verstappen sesaat setelah insiden yang membuatnya gagal menang tersebut. Lewat radio tim, pembalap berusia 21 tahun itu menyebut Ocon ‘idiot’ dan ingin berkelahi dengannya ketika berjumpa.

Baca: Dovizioso: Lorenzo Rekan yang Aneh

Siapa yang menyangka, ucapan Verstappen tersebut bukan sekadar gertakan emosi sesaat. Ia benar-benar menghampiri Ocon dan mendorongnya berkali-kali di tempat berkumpulnya para driver.
 

Namun, Verstappen mengaku dirinya sebenarnya hanya ingin berbicara dengan Ocon sebagai sesama pria. Akan tetapi, reaksi Ocon yang tidak merasa bersalah memicu amarah Verstappen.

“Sebenanrnya hanya ingin bicara biasa saja setelah balapan. Saya hanya ingin mencari dia dan bertanya ‘ada apa? kenapa bisa sampai begitu?” kata Verstappen pada sebuah acara stasiun televisi di Belanda.

Tapi kemudian dia langsung menjawab ‘Saya lebih cepat dari Anda’ dan mengatakannya sambil tersenyum (meledek),” lanjut dia.

FIA selaku induk F1 menyatakan Verstappen bersalah dengan sengaja melakukan kontak fisik untuk menyerang Ocon. Hukuman bagi Verstappen adalah pelayanan publik selama dua hari yang harus dilakukan dalam kurun waktu enam bulan sejak terjadinya insiden.

(ASM)

Valtteri Bottas Rajai FP2 GP Brasil

Jakarta: Valtteri Bottas berhasil merajai free practice kedua (FP2) Grand Prix Formula 1 Brasil, Sabtu 10 November dini hari WIB. Pembalap Mercedes itu merebut posisi terdepan di Sirkuit Interlagos, Brasil.

Bottas menjadi pembalap tercepat di sesi tersebut dengan waktu 1 menit 8,846 detik. Pembalap asal Finladia itu mampu mengungguli rekan setimnya di Mercedes, Lewis Hamilton.

Hamilton yang telah memastikan juara dunia finis di urutan kedua pada sesi ini. Catatan waktu Hamilton tertinggal tipis dari Bottas yakni hanya 0,003 detik.

Sedangkan rival abadi Mercedes, Ferrari, hanya mampu mengisi urutan ketiga di FP2 ini lewat pembalap mereka Sebastian Vettel. Pembalap asal Jerman itu terpaut waktu dari Bottas yakni 0,073 detik.

Dua pembalap Red Bull Daniel Ricciardo dan Max Verstappen mengamankan posisi empat dan lima di FP2 ini. Sementara rekan Vettel, Kimi Raikkonen harus puas menyudahi FP2 dengan menempati posisi enam.

Berikut hasil lengkap FP2 GP Brasil:

 

(REN)

Leclerc Tidak Tertekan dengan Ekspektasi Tinggi di Ferrari

Bologna: Charles Leclerc menegaskan dirinya tidak merasa tertekan bergabung bersama tim sekelas Ferrari untuk Formula 1 2019.

Leclerc merupakan salah satu rookie yang bersinar pada F1 2018 tahun ini. Bersama tim Alfa Romeo Sauber, catatan terbaiknya adalah finis di urutan keenam pada balapan keempatnya dan mencetak 27 poin.

Pembalap berusia 21 tahun itu memang lulusan akademi pengembangan Ferrari pada 2016. Setelah dipromosikan ke kelas F1 musim ini, Leclerc langsung ditarik Ferrari untuk musim depan, menggantikan Kimi Raikkonen.

Baca: Akibat Cekcok di Medsos, Ducati Bakal Panggil Dovizioso dan Lorenzo

“Saya memang mau ke sini (F1) secepatnya. Saya tidak terbebani dengan tekanan. In tidak akan jadi masalah musim depan,” kata Leclerc.

“Ekspektasi kepada saya memang sudah ada sejak musim ini dan musim depan kurang lebih sama saja,” lanjut dia.

Leclerc dipromosikan ke F1 setelah menjadi juara pada Formula 2 2017 bersama tim Prema Racing. Pada musim pertamanya di kasta tertinggi balap jet darat tersebut, ia mampu delapan kali finis di urutan 10 besar.

Sementara itu, Raikonnen sendiri akan menggantikan tempat Leclerc di Sauber musim depan. Pembalap asal Finlandia itu mengakhiri 11 tahun kariernya bersama tim utama Ferrari.

(ACF)

Cerita Hamilton tentang Perjuanganya Raih Gelar Juara F1

Lewis Hamilton. (Foto: AFP/Ulises Ruiz)

Brackley: Lewis Hamilton berhasil menjuarai F1 2018. Pencapaian itu merupakan gelar kelima Hamilton sepanjang keikutsertaan di ajang jet darat.

Meski begitu, Hamilton merasa perjalanan musim ini tidak mudah. Pasalnya, dia sempat tertinggal dari pesaing terdekat, Sebastian Vettel.

Akan tetapi, Hamilton tetap percaya bahwa akhir musim Mercedes yang keluar sebagai juara.

“Orang-orang yang menonton hanya melihat puncak gunung es. Ketika Anda melihat seseorang sukses di TV, tanpa mengetahui jelas deskripsi lengkap tentang apa yang mereka telah lakukan untuk sampai ke tempat mereka, berarti Anda hanya melihat keberhasilan yang mereka raih saat ini,” ujar Hamilton.

“Percayalah kepada saya, ini adalah musim tersulit bagi saya,” sambungnya.

Baca: Hamilton Bisa Melewati Rekor Michael Schumacher

Hamilton juga bercerita bagaimana perjuangannya mengatasi berbagai masalah yang menimpa dirinya dan tim.

“Kami terus meningkatkan kecepatan dan berpacu dengan juara dunia empat kali (Sebastian Vettel) di dalam tim. Kami juga berupaya melakukan upaya kolektif dan kami merasa bangga dengan semua orang yang ada di sini,” tutur Hamilton.

“Sejujurnya, saya tidak pernah berhenti untuk tetap percaya. Saya benar-benar percaya sejak awal musim, bahkan ketika kami mengalami kesulitan seperti di Shanghai atau Montreal. Saya tidak pernah meragukan atau kehilangan kepercayaan pada tim ini,” pungkasnya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Mimpi Indonesia U-19 ke Piala Dunia Kandas

(ASM)

Dua Sisi Lewis Hamilton

Lewis Hamilton. (Foto: AFP/Clive Mason)

Brackley: Dino Chiesa, mantan bos Lewis Hamilton saat di dunia karting mengklaim mengetahui segala seluk beluk kehidupan sang juara dunia F1.

Maklum, Chiesa sudah berinteraksi dengan Hamilton sejak sang pembalap berusia 10 tahun. Chiesa bahkan memprediksi Hamilton akan menyusul gelar juara tujuh kali yang dipegang Michael Schumacher.

“Bagi saya, dia (Hamilton) akan mengalahkan catatan Michael Schumacher,” kata Chiesa.

Chiesa juga bercerita bahwa mental juara Hamilton sudah terasah sejak muda. Kedewasaannya juga turut membantu kesuksesan Hamilton di F1.

“Kami sudah mengetahui bakat besar dia (Hamilton) sejak dia berusia 10 tahun,” sambung Chiesa.

“Sebelumnya dia mungkin terlalu bersemangat, kadang-kadang dia membuat kesalahan karena dia memiliki semangat yang tinggi. Dia hanya ingin menang dan bukan menyelesaikan balapan dan berada di peringkat kedua,” tutur Chiesa.

Baca: Hamilton Bisa Melewati Rekor Michael Schumacher

Chiesa juga mengatakan, Hamilton merupakan tipe yang gemar berpesta. Namun hebatnya, dia langsung bisa membagi fokus saat berada di paddock.

“Dia dapat dengan cepat mengubah otak dari berpesta pada malam hari untuk fokus pada balapan, itu sangat mudah,” kata Chiesa.

“Dia dapat memiliki dua kehidupan pada saat yang sama, itulah kekuatannya,” lanjutnya.

“Anda bisa melihat bagaimana mata dan wajahnya berubah pada akhir pekan. Anda bisa melihat wajahnya berubah dari satu sisi ke sisi lain. Selama seminggu dia bisa bersantai. Namun, ketika masuk ke paddock, dia mengalihkan perhatian ke balapan dan fokus selama tiga atau empat hari,” pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Mimpi Indonesia U-19 ke Piala Dunia Kandas

(ASM)

Hamilton Bisa Melewati Rekor Michael Schumacher

Lewis Hamilton. (Foto: AFP/Clive Mason)

Brackley: Lewis Hamilton diprediksi masih mendominasi F1 hingga lima tahun ke depan. Hal itu diungkapkan langsung oleh mantan bosnya di dunia karting, Dino Chiesa.

Hamilton berhasil menyegel gelar juara dunia kelima pada musim ini. Pencapaian ini sekaligus menyamai rekor pembalap legendaris Argentina, Juan Manuel Fangio atau tertinggal dua gelar lagi dari raihan Michael Schumacher.

Hamilton yang masih berusia 33 tahun dinilai masih bisa aktif balapan hingga 40 tahun. Itu artinya, rekor Schumacher bisa dipecahkan.

“Bagi saya, dia (Hamilton) akan mengalahkan catatan Michael Schumacher,” kata Chiesa kepada Omnisport.

“Dia (Hamilton) mungkin menggunakan mobil terbaik, tetapi saat ini dia tampil sangat baik dan saya tidak melihat ada pembalap yang bisa tampil seimbang antara kecepatan dan taktik setidaknya hingga lima tahun ke depan,” sambungnya.

Chiesa juga angkat bicara mengenai peluang pesaing Hamilton musim depan. Ia menyebut nama Max Verstappen, Sebastian Vettel, dan Charles Leclerc.

Baca: Momen Krusial Hamilton

“(Max Verstappen) cukup bagus tapi tidak terlalu istimewa untuk memenangkan kejuaraan. Dia bisa memenangkan satu balapan, tetapi untuk memenangkan kejuaraan dunia, Anda membutuhkan banyak hal. Dia belum siap. Saya tidak melihatnya dia berpeluang mengalahkan Hamilton,” kata Chiesa.

“Sebastian Vettel peluangnya 50 persen. Namun, Hamilton bersama Mercedes bisa membuat perbedaan sehingga sulit mengalahkan Hamilton,” sambungnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Mimpi Indonesia U-19 ke Piala Dunia Kandas

(ASM)

Tim Red Bull Berharap Ricciardo Selesaikan Musim 2018

Daniel Ricciardo. (Mark Thompson/Getty Images/AFP)

Mexico City: Tim Red Bull menginginkan Daniel Ricciardo menyelesaikan dua balapan yang tersisa di F1GP 2018. Itu disampaikan langsung oleh Christian Horner selaku pimpinan tim.

Ricciardo sangat kesal seusai perhelatan GP Meksiko pada akhir pekan lalu. Dia yang start paling depan malah gagal finis lantaran hidrolik mobilnya rusak pada putaran ke-61.

Klik: Sebastian Vettel Masih Penasaran dengan Hamilton

Melepas kekesalannya, Ricciardo sempat mengatakan mobil tim Red Bull terkutuk. Selain itu, dia juga tidak tertarik tampil di dua seri terakhir, yakni GP Brasil dan GP Abu Dhabi. 

“Saya biarkan Pierre Gasly saja yang balapan nanti,” kata Ricciardo.

Klik: Satire Verstappen Soal Juara Dunia Hamilton

Pierre Gasly merupakan pembalap muda tim Scuderia Toro Rosso. Dia baru resmi menjadoi pembalap Aston Martin Red Bull pada musim 2019.

Horner sebagai bos Red Bull mengaku bisa memaklumi kekecewaan yang dialami Ricciardo ketika gagal di GP Meksiko. Tapi, dia berharap pembalap Australia itu mau menarik ucapannya dan tetap menyelesaikan musim 2018.

“Ricardo hanya emosi saja saat itu. Dia benar-benar frustrasi dan saya bisa mengerti itu,” ujar Horner seperti dikutip Sportsmole.

“Saya harap awan hitam bisa pergi darinya dalam dua balapan terakhir,” tambahnya.

Lantaran gagal meraih poin di Meksiko, Ricciardo harus terima berada di urutan enam pada musim ini. Koleksi 146 poin miliknya tidak cukup untuk menyalip Max Verstappen atau pembalap lain yang berada di atasnya. 

(KAU)

Satire Verstappen Soal Juara Dunia Hamilton

Meksiko City: Max Verstappen melontarkan satire soal juara dunia Formula 1 2018 yang diraih Lewis Hamilton. Pembalap Redbull itu menilai performa Hamilton tak lain berkat dukungan mobil W09 EQ Power yang dikendarainya.

Hamilton menyegel gelar juara dunia di Grand Prix Meksiko akhir pekan lalu, meski masih menyisakan dua seri lagi. Perolehan poin Hamilton yang sudah tidak terkejar di klasemen memastikan dirinya menjuarai F1 musim 2018.

Namun, pencapaian tersebut dipandang sebelah mata oleh Verstappen. Pembalap muda asal Belanda itu tak terkejut dengan hasil sempurna Hamilton sepanjang musim ini.

“Mobilnya. Tentu saja dia sangat bagus. Semua pembalap bisa menang dengan menggunakan mobil milik Hamilton,” ujar Verstappen dilansir dari Sportsmole.

Baca: Vettel: Ini Musim Terberat Sepanjang Karier Saya

“(Sebastian) Vettel bisa menang dengan mobilnya, (Daniel) Ricciardo bisa menang dengan mobilnya, saya juga bisa menang dengan mobilnya,” sambung pembalap 22 tahun itu.

Tak hanya Hamilton yang menjadi sasaran satire Verstappen. Timnya sendiri pun turut dikomentari terkait rencana merger Redbull dengan Honda musim depan.

Tim pabrikan yang bermarkas di Britania Raya itu akan mendapatkan sokongan mesin Honda musim 2019. Namun, Verstappen menilai Redbull hanya membutuhkan sasis baru yang lebih baik ketimbang mesin.

“Saya akan berusia 23 tahun dan masih akan memiliki enam hingga tujuh tahun untuk memenangkan gelar juara dunia. Tapi hal itu bisa terjadi hanya dengan bantuan sasis mobil yang ajaib,” pungkasnya.

(REN)

Vettel: Ini Musim Terberat Sepanjang Karier Saya

Mexico City: Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, mengakui F1 2018 menjadi musim yang membuatnya paling frustrasi. Itu pastinya setelah ia kembali kalah dari Lewis Hamilton dalam perebutan gelar juara dunia F1 untuk kedua kalinya.

Sejak musim 2018 mencapai pertengahannya, Vettel memang menjadi kandidat terkuat yang berpeluang memutus dominasi Hamilton. Namun, harapan itu pupus usai Hamilton berhasil mengunci poin juara pada GP Mexico pekan lalu.

Vettel juga sebetulnya melakukan lebih banyak kesalahan dari Hamilton pada balapan-balapan musim ini. Paling parah, pembalap berusia 31 tahun itu gagal finis setelah memimpin balapan cukup panjang di GP Jerman.

Baca: Iannone Masih Heran Dirinya tak Lagi Diinginkan Suzuki

Ketika ditanya apakah musim ini menjadi yang terberat baginya, Vettel menjawab: “Mungkin, saya tidak tahu. Saya harus pikir-pikir dulu, tapi untuk beberapa pertimbangan, pastinya iya,” tutur Vettel. 

Meski sudah kalah dalam kejuaraan kategori pembalap, Ferrari masih berpeluang menjadi juara konstruktor musim ini. Si Kuda Jingkrak di posisi kedua saat ini terpaut 55 poin dengan Mercedes di puncak.

“Ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tapi saya pikir kita tidak bisa kesampingkan bahwa kami punya paket yang bagus, bisa memenangkan beberapa balapan. Kami memang sudah kalah dalam kategori pembalap, tapi kami masih bisa berusaha untuk konstruktor,” lanjut dia.

Vettel memenangkan empat gelar juara dunia F1 berturut (2011 – 2014) saat masih menjadi driver Red Bull. Setelah itu, Mercedes langsung mendominasi olahraga jet darat ini dengan menyabet seluruh gelar juara, lewat Hamilton (4) dan Nico Rosberg (1).

Hamilton Merasa Aneh Bisa Juara Dunia Lima Kali

Lewis Hamilton. (Mark Thompson/Getty Images/AFP)

Mexico City: Lewis Hamilton merasa sedikit aneh seusai memastikan gelar juara dunia kelima F1GP. Itu terjadi karena cita-citanya untuk menjadi pembalap paling hebat telah tercapai 

Hamilton memastikan gelar juara dunia 2018 setelah finis keempat di ajang GP Meksiko, Senin 29 Oktober. Dengan begitu, dia juga berhasil menyamai rekor Juan Manuel Fangio.

Klik: Lewis Hamilton Segel Gelar Juara Dunia Kelima F1GP

Fangio merupakan mantan pembalap Mercedes asal Argentina. Sebelum Hamilton, dia sudah menjadi juara dunia lebih dulu pada 1951, 1954, 1955, 1956 dan 1957.

“Perasaan saya sangat aneh karena saya sudah bergabung dengan Mercedes sejak berusia 13 tahun untuk mengejar berbagai titel,” kata Hamilton seusai laga.

“Kemudian, Fangio juga pernah menang dua kali dengan Mercedes. Jadi, prestasi ini sangat luar biasa dan seperti tidak nyata saja,” tambahnya.

Klik: Red Bull Start Terdepan di F1GP Meksiko

Terlepas dari pada itu, Hamilton juga turut berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama ini. Tak terkecuali pihak keluarga dan Anthony Hamilton selaku ayahnya. 

“Terima kasih keluarga saya di rumah, saya cinta kamu. Saya tidak akan berada di jika bukan karena kerja keras mereka, termasuk ayah. Ini sungguh momen besar,” pungkas Hamilton.

Hamilton memang sukses menjadi pembalap F1 terhebat dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini. Tapi, dia belum bisa menyamai rekor Michael Schumacher yang pernah jadi juara dunia tujuh kali. (independent) 

(KAU)

Red Bull Start Terdepan di F1GP Meksiko

Daniel Ricciardo. (Mark Thompson/Getty Images/AFP)

Mexico City: Tim Red Bull start paling depan di ajang F1GP Meksiko. Itu terjadi karena Daniel Ricciardo dan Max Verstappen yang menjadi pembalap tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu 27 Oktober waktu setempat.

Ricciardo bakal start paling depan atau di pole position setelah mencatat waktu terbaik 1 menit 14.759 detik. Torehan itu dibuntuti oleh Verstappen yang berada di belakangnya dengan selisih waktu 0.026 detik.

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, berhasil merebut posisi start ketiga dengan selisih waktu 0.135 detik dengan Ricciardo. Catatan itu terbilang cukup baik karena Hamilton hanya butuh minimal finis ketujuh saat balapan bergulir.

Klik: Iannone Tercepat, Crutchlow Kecelakaan Berat di FP2

Hamilton berpeluang besar menyegel gelar juara dunia karena sedang memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 346 poin. Dia sudah berselisih 70 poin dengan Sebastian Vettel yang merupakan pesaing terberatnya dan hanya butuh tambahan minimal 6 poin saja.

Selain itu, Vettel yang berasal dari tim Ferrari juga terlihat kesulitan bersaing, baik saat latihan bebas maupun kualifikasi. Terkini, dia berada di urutan keempat atau kalah bersaing dengan Hamilton. Tren negatif ini dialami juga oleh Kimi Raikkonen yang berada di urutan enam.

GP Meksiko sangat berkesan bagi Hamilton karena gelar juara dunia musim lalunya dia segel di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez. Jika mampu menang, artinya sudah lima gelar juara yang dia koleksi.

Berikut hasil lengkap kualifikasi F1GP Meksiko:

(KAU)

Red Bull Dominasi FP1 GP Meksiko

Max Vertappen mengendari jet darat Red Bull. (Dan Istitene/Getty Images/AFP)

Mexico City: Sesi latihan bebas (FP1) F1GP Meksiko telah selesai terlaksana di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Jumat 27 Oktober malam WIB. Hasilnya cukup menarik karena didominasi para pembalap tim Red Bull.

Max Verstappen yang berstatus sebagai pembalap kedua menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 16.656 detik. Sementara itu, Daniel Ricciardo selaku pembalap utama tim Red Bull berada di belakangnya dengan selisih waktu, 0.483 detik.

Klik: Jadwal F1GP Meksiko: Menanti Kesuksesan Lewis Hamilton

Dua pembalap Mercedes, Nico Hulkenberg dan Lewis Hamilton, hanya mampu berada di posisi kelima dan keenam. Keduanya berselisih waktu lebih dari sedetik dengan Verstappen.

Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen dari tim Ferrari masih kesulitan bersaing. Keduanya yang punya misi menunda kemenangan Hamilton malah terdampar di urutan ketujuh dan kedelapan.

Klik: Rekrut Pedrosa, KTM Siap Unjuk Gigi di MotoGP 2019 

Nicholas Latifi tampil mengesankan sejak tampil pertama kali bersama Force India pada F1GP Rusia beberapa waktu lalu. Dia berada di posisi 10 dengan selisih waktu yang tidak terlalu jauh dengan tim Ferrari.

Nasib nahas dialami Pierre Gasly dari tim Red Bull Toro Rosso. Dia gagal mencetak waktu terbaik karena punya masalah dengan power unit mobilnya. Dengan begitu, Gasly harus terima berada di urutan paling buncit.

Berikut hasil lengkap FP1 GP Meksiko:

(KAU)

Hamilton Start Terdepan di GP AS

Austin: Lewis Hamilton memastikan diri start terdepan di GP Amerika Serikat. Kepastian itu didapat setelah pembalap Mercedes tersebut memenangkan sesi kualifikasi, Minggu 21 Oktober pagi hari WIB.

Hamilton tampil impresif pada sesi kualifikasi. Ia mampu mengalahkan kedua pembalap Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen.

Pada sesi yang digelar di Circuit of the Americas itu, Hamilton mencatatkan waktu 1 menit 32,237 detik. Ia unggul 0,061 detik dari Vettel yang berada di posisi kedua.

Baca: Marquez Merosot, Dovizioso Pimpin Balapan GP Jepang

Kedua pembalap tersebut dibayangi oleh Raikkonen. Ia mampu menempati peringkat ketiga dengan selisih waktu 0,070 detik dari Hamilton.

Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas. Adapun posisi kelima menjadi milik Daniel Ricciardo.

Penampilan kurang memuaskan didapat Max Verstappen. Pembalap Red Bull itu hanya mampu menempati peringkat ke-15.

Berikut hasil lengkap sesi kualifikasi GP Amerika Serikat, Minggu 21 Oktober:

Video: Kevin/Marcus Sukses Melangkah ke Final

(PAT)

Hamilton Jadi yang Tercepat di FP2 GP Austin

Austin: Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, kembali menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas kedua GP Austin, Sabtu (20/10). Pembalap asal Inggris itu mencatatkan waktu 1 menit 48,716 detik dalam tiga lap.

Sedangkan posisi kedua diamankan oleh pembalap Toro Rosso, Pierre Gasly. Ia tertinggal satu detik dari Hamilton dan mencatatkan waktu 1 menit 49,728 detik. 

Sementara Max Verstappen menjadi yang tercepat ketiga dengan catatan waktu 1 menit 49,798 dalam lima lap. Posisi Verstappen tidak berubah karena di FP1 ia juga menyelesaikan latihan bebas di posisi ketiga.

Baca juga: Pembalap Indonesia Ramaikan FP1 GP Austin

Fernando Alonso dan Nico Hulkenberg melengkapi lima besar di FP2. Alonso mencatatkan 1 menit 51,728 detik dan Hulkenberg mencatatkan 1 menit 52,208 detik.

Sementara rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, tidak mengikuti FP2. Di FP1 sebelumnya, Bottas mencatatkan hasil yang cukup impresif dengan menjadi pembalap tercepat kedua. Ia mencatatkan 1 menit 48,806.

Video: Garuda Nusantara Butuh Dukungan Suporter

Lewis Hamilton Masih Dominasi Latihan Bebas F1 AS

Texas: Lewis Hamilton masih mendominasi sesi latihan bebas Grand Prix Formula 1 Amerika Serikat. Kali ini, pembalap Mercedes belum tergusur dari posisi pertama pada latihan bebas kedua, Sabtu 20 Oktober dini hari.

Ia menjadi yang tercepat di COTA (Circuit of the Americas) meski diguyung hujan lebat. Hamilton mencatatkan waktu terbaik di sesi kedua ini dengan 1 menit 48.716 detik di posisi pertama.

Kali ini Hamilton ditempel ketat Perre Gasly di posisi kedua. Pembalap tim Toro Rosso itu menyegel posisi kedua dengan terpaut waktu 1.012 detik dari Hamilton.

Klik: Dovizioso kembali Tercepat di Latihan Bebas MotoGP Jepang

Sedangkan posisi ketiga latihan bebas kali ini ditempati oleh Max Verstappen. Pembalap tim Red Bull itu mengungguli para pesaing lainnya dengan mencatatkan waktu terpaut 1.082 detik dari Hamilton.

Sayang, nasib kurang baik harus dialami Ferrari pada sesi latihan bebas kedua ini. Kedua pembalap tim kuda jingkrak harus puas mengisi posisi sembilan dan sepuluh.

Kimi Raikkonen tercecer di posisi sembilan terpaut waktu cukup jauh dari Hamilton yakni 4.727 detik. Sedangkan Sebastian Vettel di posisi 10 terpaut waktu 5.196 detik dari Hamilton.

Berikut hasil lengkap latihan bebas kedua F1 Amerika Serikat:

 

(REN)

Pembalap Indonesia Ramaikan FP1 GP Austin

Austin: Lewis Hamilton memimpin tim Mercedes merajai sesi latihan bebas pertama atau Free Practice 1 GP Austin, Jumat 19 Oktober 2018. Bersama rekan setimnya, Valtteri Bottas, Hamilton mengamankan posisi satu dan dua.

Sesi latihan bebas pertama di Circuit of the Americas (COTA) berlangsung dalam kondisi yang kurang ideal. Hujan yang mengguyur lintasan membuat pembalap harus menggeber mobilnya di lintasan basah.

Kendati begitu, Hamilton tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya. Pembalap asal Inggris yang saat ini tengah berpeluang besar mengamankan gelar juara dunia kelimanya tersebut mampu jadi yang tercepat. Hamilton mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47.502 detik.
 

Baca: Dua Wakil Indonesia Melangkah ke Semifinal

Mercedes kian berjaya lantaran rekan setimnya, Valtteri Bottas berhasil mencatatkan waktu terbaik kedua. Bottas membukukan waktu 1 menit 48.806 detik atau terpaut 1.304 detik di belakang The Briton.

Di kubu Ferrari, Sebastian Vettel sebagai pembalap yang saat ini tengah bersaing dengan Hamilton untuk gelar juara, tampaknya masih belum menemukan performa terbaiknya.

Pada sesi latihan pertama ini, Vettel hanya menempati posisi lima. Pembalap asal Jerman tersebut masih berada di bawah duo Red Bull, Max Verstappen dan Daniel Ricciardo yang menempati posisi tiga dan empat.
 

Baca juga: Lorenzo Resmi Mundur dari MotoGP Jepang

Yang menarik, sesi latihan bebas pertama F1 ini diikuti oleh pembalap Indonesia, Sean Gelael. Sean yang saat ini berkompetisi di ajang Formula 2 mendapat kesempatan mengemudikan mobil STR13, bersama dengan Pierre Gasly.

Bagi Sean, ini merupakan kesempatan kelimanya menjadi test driver Toro Rosso di sesi free practice F1 sejak 2017. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi salah satu pembalap yang dipercaya Toro Rosso untuk menguji mobil mereka pada sesi tes pramusim di Barcelona dan Hungaria sebelum bergulirnya kompetisi F1 musim 2018.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Mengulas Formasi Chelsea vs Manchester United

(ACF)

Alonso: F1 Harus Dibuat Lebih Menarik Lagi

Fernando Alonso. (Foto: AFP/Andrej Isakovic)

Woking: Pembalap McLaren Fernando Alonso mengatakan bahwa ‘dunia’ merindukan format F1 yang lama. Menurutnya, F1 saat ini tak semenarik satu dekade silam.

Bukan tanpa alasan Alonso berkata seperti itu. Sebab, Alonso menilai antusiasme penonton tak seperti dulu.

Oleh karena itu, juara dunia F1 dua kali itu berharap agar F1 dibuat dengan format yang lebih baik lagi. Selain itu, dia melihat pengenalan mesin V6 turbocharged telah merusak F1.

“Anda perlu membuat olahraga lebih menarik lagi,” kata Alonso seperti dilansir PlanetF1, Rabu 17 Oktober 2018.

Baca: Jadwal 10 Wakil Indonesia di Denmark Open Hari Ini

“Saya sempat memposting video pada 2005 dan saya menerima 3000 komentar yang mengatakan ‘Inilah F1 yang saya cintai dan bukan apa yang terjadi saat ini’, jadi bukan saya yang kritis terhadap F1 sekarang, tapi ini tanggapan dunia,” sambungnya.

“Kami merindukan kebisingan V10,V8, kami kehilangan kreativitas pada strategi, beban bahan bakar yang berbeda, dan kompetisi ban. Jadi, perasaan Anda setiap hari minggu pasti tak terduga,” tutur Alonso.

Alonso sudah mengumumkan takkan melanjutkan petualangannya du F1 pada musim depan. Namun, peraih 97 podium itu belum menentukan akan melanjutkan karier di bidang apa. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga

Video: Timnas Indonesia Ditahan Imbang Hong Kong

(ASM)